Powered By Blogger

15 Jan 2011

TUTUR CELA

saya suka suasana kayak di daerah siantan, ada semua orang Indonesia ngumpul disana..


anda dapat belajar memaki dalam semua bahasa etnik.. Dari ah ngent*t luh, tail*so mi, jianc*k kon.. butomu p*nte’ amak ‘ang.. shilitmu mleke’... l*bang pukiii.. yang wajar diucap tanpa tendensi gangguan etika diplomasi, samasekali tidak merugikan orang lain...dibanding para hamba Tuhan yang tutur katanya lembut, buckingham banget, masuk PNS nyogok, janji caleg yang ingkar, iklan komersil menyesatkan, di bombardir media gampang kepancing, suka ngumpulin koin prita daripada koin dhuafa, disekitarnya banyak penyakit masyarakat namun tenang dan lebih sibuk ngurusin tukang maki.. hauahahaha.... munafiknyaaa.....






mana yang lebih kotor??? hah?? manaaa???






pertanyaan penting satu lagi:


apa saja dampak-dampak buruk antara omong jorok dan omongan si manis madu namun ingkar dan skala merugikannya besar?


Jika diperbandingkan, mana yang lebih membahayakan kesejahteraan jiwa raga manusia?






sekali lagi saya sih setuju-setuju saja, dengan tata-krama dan aturan pergaulan menyangkut perihal tabu dalam berbicara...


tapi hanya sepanjang ia tak dijadikan meteran baku satu-satunya, sepanjang tata-krama itu tak menghalangi ekspresi alamiah yang murni, dan selama ia tak diperalat menjadi perangkat pengukur moralitas di dalam inti kepribadian manusia.






pahami benar-benar dong, reaksi jijik dan muak yang berlebihan terhadap omongan jorok bisa jadi merupakan gejala awal sakit jiwa feodal, sakit jiwa religi dan segala varietasnya, ngaca dong, dunia yang demikian katro, niscaya ada lebih banyak objek lain yang lebih rasional untuk dijadikan sasaran rasa jijik dan muak anda...


harusnya muaklah sama koruptor, buka saya... bener-beneeeerr....










rugi kalau memupuk sinisme dan superioritas moral buat hal-hal ngga penting (kebiasaan orang indonesia banget ini)..






sejauh ini saya memaki belum ada korban berjatuhan, kelaparan, tertipu, dan terbunuh..


yang merasa dirugikan mungkin saja adalah orang ber intelejensia tinggi namun imajinasinya tiarap di tanah...


melihat dunia hitam-putih saja.. kasihan....






Jadi, jangan gampang bilang, "Yakh, tuh orang kotor banget bicaranya, sekolah ngga, sih? nonton sinetron hidayah ngga sih? Ngga takut diazab, apa? Mulut jenasah luka bakar tingkat 3.. kita khan harus bermulut manis, manajemen kalbu, kasih, sayang, jagalah hati, diajarin dirumah gak sih.?? saya pikir lama-lama yang gemar berkampanye demikian itu pendusta, karena tidak ada kebenaran yang absolut...






demikian terimakasih, pukimak !!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar